|
DaVinDy.com
|
Written by David Liusman
|
|
Saturday, 05 December 2009 22:23 |
Ini adalah sebuah cerita singkat. Mungkin kamu sudah pernah membaca cerita ini. Setelah membacanya. Saya sadar bahwa cara berpikir kita tidaklah terbatas. Kita bebas berpikir apapun. Untuk lebih jelasnya, kamu bisa membaca cerita tersebut.
Cerita ini berkisar sekitar salah satu pertanyaan dalam ujian fisika di Universitas Copenhagen: "Jelaskan bagaimana menetapkan tinggi suatu bangunan pencakar langit dengan menggunakan sebuah barometer."
Salah seorang mahasiswa menjawab: "Ikatlah suatu tali panjang pada leher barometer, lalu turunkan barometer dari atap pencakar langit sampaimenyentuh tanah. Panjang tali ditambah panjang barometer akan sama dengan tinggi pencakar langit."
Jawaban yang luar biasa orisinilnya ini membuat pemeriksa ujiannya begitu geram sehingga akibatnya sang mahasiswa langsung tidak diluluskan.
Si mahasiswa naik banding atas dasar bahwa jawabannya tidak bisa disangkal kebenarannya, sehingga universitas menunjuk seorang arbiter yang independen untuk memutuskan kasusnya. Arbiter menyatakan bahwa jawabannya meman betul-betul benar, hanya saja tidak memperlihatkan secuil pun pengetahuan mengenai ilmu fisika.
Untuk mengatasi permasalahannya, disepakati bahwa sang mahasiswa akan dipanggil, serta akan diberikan waktu enam menit untuk memberikan jawaban verbal yang menunjukkan paling tidak sedikit latar belakang pengetahuannya mengenai prinsip-prinsip dasar ilmu fisika.
|
|
|
Written by Vani
|
|
Saturday, 05 December 2009 20:28 |
|
Di masyarakat Indonesia, kita sering mendengar istilah "Masuk Angin". Kata "Masuk Angin" tersebut mereka gunakan apabila mereka merasa:
- kedinginan
- kembung
- pegal-pegal otot dan sendi
- buang gas terus menerus
- batuk-pilek
Kerap kali mereka memakai jaket yang tebal saat berkendara motor dengan tujuan, supaya "enggak masuk angin".. Mereka mungkin beranggapan bahwa "angin" tersebut dapat masuk lewat pori-pori tubuh kita, dan dengan mekanisme "entah bagaimana" dapat menimbulkan keluhan-keluhan tidak enak seperti yang telah disebutkan di atas.
Sebenarnya di Istilah Kedokteran, TIDAK ADA istilah "masuk angin", dan berbagai keluhan yang disebutkan diatas memang dapat ditimbulkan oleh Cuaca Dingin (mungkin aja banyak anginnya) namun tidak seperti yang telah dipikirkan oleh banyak orang awam...(masuk angin..).
|
|
Last Updated on Wednesday, 09 December 2009 17:49 |
|
Kepikunan Dini dapat Dicegah dengan Musik |
|
|
|
|
Written by David Liusman
|
|
Saturday, 05 December 2009 00:25 |
|
Tahukah kamu walau kita masih muda tapi bisa pikun?
Ternyata kepikunan atau nama kerennya demensia itu bukan hanya diderita oleh orang tua atau lansia, tapi anak muda pun dapat terkena kepikunan. Kepikunan itu disebabkan oleh kerusakkan sel-sel otak sehingga berakibat penurunan daya ingat. Singkatannya PDI ( Penurunan Daya Ingat ). Hehehe... Siapa sih yang mau, masih muda tapi uda pikun?
Tenang saja. Ternyata kepikunan dini tersebut dapat dicegah dengan kebiasaan dan pola hidup yang baik. Misalnya saja dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi sehingga otak kamu terpenuhi nutrisi yang dibutuhkan dan juga harus berolahraga dengan teratur. Terbukti makanan berkolestrol selain membuat badan kita melar, dapat juga menyebabkan penyakit demensia ini. Percaya? Cobain aj.. Hehehe... Jangan deh coba-coba makan makanan yang mengandung banayk kolestrol. Makan boleh, tapi jangan kebanyakan.
Bila irama kerja kamu terlalu tinggi tanpa diselingi hiburan, itu juga dapat menyebabkan kepikunan.
Nah, ada cara lebih mudah nih...
|
|
|
Written by David Liusman
|
|
Saturday, 05 December 2009 00:09 |
|
John Blanchard tertarik dengan seorang gadis yang dikenalnya lewat surat menyurat. Ia belum pernah tahu seperti apa wajah dan penampilannya. Yang ia tahu bahwa ia lembut, baik, penuh kasih dan sungguh hatinya manis. Demikianlah kesimpulannya setiap kali membaca surat dari Miss Hollis Maynell, gadis yang dikenal lewat surat menyurat itu. Lebih dari satu tahun Blanchard saling berkirim surat dengan Miss Maynell. Setiap surat merupakan benih yang jatuh dalam hati yang subur. Sebuah kisah cinta mulai bersemi di antara mereka. Blanchard pernah minta dikirimi foto, tapi gadis itu menolaknya. Menurut dia, kalau memang Blanchard benar-benar mencintainya, tidak menjadi soal bagaimana paras mukanya. Setelah satu tahun berlalu mereka memutuskan untuk bertemu di Grand Central Station, New York, dengan tanda bahwa Miss Maynell akan menyelipkan mawar ke bajunya.
Waktu yang ditentukan tiba, dan Blanchard dengan hati berdegup mulai mencari- cari gadis dengan bunga mawar. Dalam pencariannya itu, ia bertemu dengan seorang gadis yang luar biasa cantik. Blanchard mulai berjalan beriringan dengannya beberapa waktu lamanya ketika gadis itu bertanya, “Anda ke jurusan sama seperti saya?” Hanya sayang, gadis itu tidak memakai mawar merah. Dan ketika ia sedikit menoleh ke belakang, ia melihat seorang wanita dengan bunga mawar merah berdiri di belakang gadis itu.
|
|
Last Updated on Saturday, 05 December 2009 00:10 |
|
Written by David Liusman
|
|
Saturday, 05 December 2009 00:03 |
|
Apakah kamu pernah mendengar seseorang mengatakan, “Saya memiliki harga diri yang tinggi.” Pernah dengar? Oke, kalau pernah, apa itu harga diri?
Harga Diri… Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, harga diri adalah kesadaran akan berapa besar nilai yg diberikan kepada diri sendiri. Menurut sebuah buku mendefinisikan harga diri adalah apa yang kita pikirkan dan rasakan tentang diri kita sendiri bukanlah apa yang dipikirkan dan dirasakan oleh orang lain. Ada juga yang mendefinisikan bahwa harga diri itu merupakan penilaian dan penghargaan seseorang terhadap dirinya sendiri.
Penilaian seseorang terhadap diri kita akan mempengaruhi tingkah laku kita dalam kehidupan sehari-hari. Lho kenapa? Yap, kalau ada orang yang menilai kita adalah orang yang rajin, maka kita akan termotivasi dengan penilaian tersebut. Tapi yang terpenting adalah kita sendirilah yang harus dapat menilai diri sendiri. Bila kita memiliki harga diri, kita akan lebih bersemangat, lebih percaya diri, tidak mudah putus asa, sanggup menghadapi tantangan hidup.
Darimana kita mendapat harga diri itu? Apakah sejak lahir? Jawabannya,”Tidak!” Harga diri itu tidak kita dapat sejak lahir. Harga diri itu dipengaruhi banyak hal sepanjang hidup kita. Contoh; keluarga, pendidikan kita, prestasi yang pernah dicapai, orang-orang terdekat, budaya, lingkungan sosial dan masyarakat.
Kadang-kadang kita merasa rendah diri bila berhadapan dengan orang lain. Hal itu terjadi karena kita belum dapat menghargai diri sediri. Arti dari rendah diri adalah sebuah sikap negatif dimana kita memandang diri kita sendiri itu rendah. Orang yang rendah diri, biasanya tidak berani untuk mencoba sesuatu hal yang baru. Belum juga dicoba, tapi ia sudah mengatakan tidak bisa melakukan hal tersebut. Selalu merasa bahwa orang lain pasti lebih baik darinya.
Pertanyaannya adalah “Bagaimana cara menumbuhkan atau meningkatkan harga diri?”
|
|
Last Updated on Saturday, 05 December 2009 16:08 |
|
|
|
|
|
|
Page 9 of 11 |
Copyright © 2010 DaVinDy.com. All Rights Reserved.
|
|
Who's Online
We have 3 guests online
Product Scroller
|